BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada
zaman sekarang ini banyak manusia tidak peduli dengan perintah Agama, terutama
sholat. Padahal sholat merupakan amalan yang dihisab (diperhitungkan) lebih dahulu.
Banyak manusia tidak menyadari bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk sholat
itu bukan hanya semata-mata untuk mematuhi perintah Allah, akan tetapi Allah
memerintahkan umat-Nya untuk melaksanakan sholat karena banyak manfaatnya bagi
tubuh manusia, diantaranya : dapat mencegah penyakit, sebagai sarana olah raga,
sebagai obat dari berbagai penyakit. Dengan adanya makalah ini, dihararapkan dapat
memberikan pandangan kepada umat Islam untuk dapat memahami dan mengerti arti
sholat yang sebenarnya dan lebih rajin lagi
untuk melaksanakan sholat yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.
1.2
Rumusan Masalah
·
Apakah gerakan dalam sholat berpengaruh terhadap
kesehatan manusia?
·
Bagaimanakah pandangan ilmuwan Cina
tentang sholat 5 waktu?
2.2
Tujuan dan Manfaat
Tujuan
penulisan makalah ini adalah memberikan pandangan kepada umat Islam untuk lebih
memahami manfaat sholat bagi kesehatan sehingga lebih rajin lagi untuk melakukan ibadah khususnya sholat. Dan
bagi yang sering meninggalkan sholat semoga tergerak hatinya kembali untuk
melaksanakan sholat.
Manfaat yang ingin
dicapai dari makalah ini adalah :
1. Bagi
penulis
Untuk menambah pengetahuan sehingga
penulis dapat meningkatkan kualitas ibadah khususnya sholat dan lebih mendekatkan
diri kepada Allah SWT.
2. Bagi
Pendidikan
Diharapkan guru-guru disekolah
dapat mengajarkan gerakan-gerakan sholat yang baik kepada peserta didik
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian dan Hukum Sholat
Dari segi bahasa,
sholat berarti doa. Sedangkan menurut syari’at, sholat adalah ibadah
kepada Allah yang berbentuk ucapan dan
perbuatan yang diketahui lagi khusus. diawali dengan takbir dan diakhiri dengan
salam, disebut sholat karena mencakup doa.
Sholat merupakan ibadah
yang diwajibkan melalui Al-qur’an. Sunnah dan ijma’. Sholat wajib bagi setiap
muslim maupun muslimah yang baliq dan berakal, kecuali wanita yang sedang haid
dan menjalani nifas.
Sabda Rasul SAW :
“Beritahukanlah
kepada mereka bahwa Allah SWT telah mewajibkan kepada mereka sholat 5 waktu
dalam sehari satu malam” (HR. Bukhori dan Muslim)
Sabda Nabi:
“Bukankah jika sedang haid dia (wanita)
tidak mengerjakan sholat dan tidak juga berpuasa”(HR. Bukhori dan Muslim)
2.2 Manfaat Gerakan Sholat
Di
dalam sholat terdapat beberapa gerakan yang harus dilaksanakan saat kita menunaikan
sholat, dan disetiap gerakan juga ada manfaat untuk kesehatan. Dalam sudut
pandang ilmiah, sholat sebagai dijadikan gudang obat bagi berbagai penyakit.
a.
Takbiratul
ihram.
Yaitu dengan
berdiri tegak mengkonsentrasikan hatinya untuk mengerjakan sholat yang
dikehendakinya, baik wajib maupun sunnah yaitu dengan mengucapkan Allahu akbar
(Allah maha besar) sambil menghadapkan pandangan ketempat sujud dan mengangkat
kedua tangan dengan jari-jarinya yang rapat sampai sejajar dengan telinga lalu
melipatnya didepan perut atau dada bagian bawah.
Berikut adalah
hadis Mali’k Bin Huwairits yang menyatakan bahwa Rasul SAW mengangkat kedua
tangannya sampai mendekat ke kedua telinganya.
“Jika Rasulullah
bertakbir, beliau mengangkat kedua tangan beliau sampai mendekati kedua
telinganya. Jika ruku’, beliau juga mengangkat kedua tangannya sampai mendekati
kedua telinganya. Dan jika mengangkat kepala
dari ruku seraya mengucapkan : “Sami’allahuliman hamidah (allah
mendengar orang yang memujinya)” beliau melakukan hal yang sama (muttafaqun
‘alaih).
Gambar 2.1. Gerakan sholat pada saat takbiratul ihram.
Cara melipat
tangan adalah dengan meletakkan tangan kanan diatas punggung telapak tangan
kiri, pergelangan tangan dan lengan.
Dalam sebuah lafas disebutkan :
”Kemudian beliau meletakkan tangan
kanannya diatas punggung telapak tangan kirinya, pergelangan dan lengan (Abu Dawud)”.
Ada beberapa manfaat takbiratul
ihram bagi kesehatan yaitu;
Melancarkan aliran
darah, getah bening (limfa), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung dibawah
otak memungkinkan darah mengalir lancar keseluruh tubuh. Saat mengangkat kedua
tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah yang kaya oksigen akan menjadi
lancar.
Kemudian kedua
tangan didekapkan didekat perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan
dari barbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
b.
Ruku’
Ruku’ sambil
mengucapkan takbir dengan mengangkat kedua tangan hingga mendekati (sejajar
dengan) kedua telinga, dan dengan meletakkan kepala sejajar dengan punggung,
kedua tangan memegang lutut dan punggung di panjangkan. Ruku’ yang sempurna
ditandai dengan posisi tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan
segelas air diatas punggung, air tidak akan tumpah.
Gambar 2.2. Gerakan sholat pada saat ruku’.
“Jika kamu ruku’, letakanlah kedua
tanganmu diatas kedua lututmu dan panjangkanlah punggungmu.”(HR. Abu Dawud)
Manfaat gerakan ruku’ :
Gerakan ruku’ ini berfungsi menjaga kesempurnaan posisi dan
fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh pusat saraf.
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah akan lebih maksimal pada
tubuh bagian tengah. Tangan bertumpu dilutut berfungsi sebagai relaksasi bagian
otot-otot bahu hingga kebawah. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih untuk
mencegah gangguan prostat.
c.
I’tidal
Yaitu bangkit
dari ruku’, dan tubuh kembali tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar
dengan telinga seraya mambaca :
“Allah mendengar orang yang
memujinya”
Gambar 2.3. Gerakan sholat pada saat i’tidal.
Manfaatnya adalah :
I’tidal
adalah variasi postur setelah ruku’ dan
sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan
yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian, menyebabkan proses pencernaan menjadi lebih lancar.
d.
Sujud
Yaitu menungging
sembari membaca takbir dengan meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu
kemudian disusul kedua tangan. Dahi dan hidung menempel pada sajadah (lantai)
dan ujung kaki dihadapkan ke kiblat.
Hadis Wa’il bin Hujjra, dia
bercerita ;
“Aku melihat
Rasulullah SAW jika bersujud meletakkan kedua
lututnya terlebih dulu sebelum mengangkat kedua tangannya. Dan jika bangkit,
beliau mengangkat kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya.”
Gambar 2.4. Gerakan sholat pada saat sujud.
Manfaatnya adalah :
Aliran getah
bening dipompa ke bagian leher dan bagian ketiak. Posisi jantung diatas otak
menyebabkan darah yang kaya oksigen akan mengalir ke otak. Aliran ini sangat berpengaruh
pada daya pikir seseorang. Karena itu lakukanlah sujud dengan tumakninah, dan
jangan tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya diotak. Postur ini juga
menghindarkan gangguan wasir, Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud
memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
e.
Duduk
Gerakan duduk
dalam sholat ada dua macam yaitu,duduk iftirosy dan duduk tawarruk.
Duduk Iftirosy
Adalah duduk
dengan melipat kaki kiri dan mendudukinya serta menegakkan kaki kanan dan menghadapkan
jemarinya ke kiblat. Dilanjutkan dengan meletakkan kedua tangan diatas 2 paha.
Hal tersebut
didasarkan pada hadist Ibnu Umar r.a. Ia mengatakan : “Diantara sunat
sholat adalah menegakkan kaki kanan dan menghadapkan jemarinya ke kiblat, serta
duduk diatas kaki kiri”.
Gambar 2.5. Gerakan sholat pada saat duduk iftirosy.
Manfaat duduk iftirosy adalah :
Saat kita
bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervusischiandius,
posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan
penderita tak mampu berjalan.
Duduk Tawarruk
Duduk tawarruk
adalah duduk di atas lantai dengan menegakan kaki bagian kanan.
Manfaat duduk tawarruk adalah :
Posisi ini
sangat baik bagi pria sebab tumit menekan kandungan kemih (urethra), kelenjar
kelamin pria (prostat) dan saluran vas deferens dengan benar, posisi ini
mencegah impotensi.
Variasi posisi
telapak kaki pada iftirosy dan tawaruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut
meregang dan kemudian relaks kembali. Gerakan dan tekanan harmonis inilah yang
menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
f.
Salam
Yaitu gerakan memutar
kepala kekanan dan kekiri secara maksimal yang disertai dengan mengucap salam.
Hadist Amir bin
Sa’ad dari ayahnya r.a. dia bercerita ; “Aku pernah melihat rasulullah SAW
mengucap salam kekanan dan kekirinya. Sehingga aku dapat melihat warna putih
pipinya”.
Manfaat ;
Relaksasi otot
sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah ke kepala. Gerakan ini
mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BAB
III
PEMBAHASAN
Gerakan-gerakan sholat
yang dilakukan dengan cara yang tepat mempunyai banyak manfaat terutama untuk
kesehatan. Setiap gerakan yang dilakukan dengan baik mampu memberikan efek
positif terhadap penyembuhan penyakit. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa
ahli medis dan fisioterapi baik dalam negeri maupun luar negeri, sehingga dalam
segi ilmiah gerakan sholat dijadikan sebagai gudang obat untuk berbagai
penyakit.
Secara umum, manfaat
yang dapat dirasakan dari gerakan-gerakan sholat adalah sebagai berikut :
1. Memacu Kecerdasan
Gerakan
sujud dalam sholat tergolong unik falsafahnya. Manusia menundukan diri
serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut
pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut
pandang psikologis) yang didalami oleh Prof. Soleh. Gerakan ini mengantarkan
manusia pada derajat yang setinggi-tingginya. Dengan melakukan gerakan sujud
secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih menerima pasokan darah. Pada saat
sujud, posisi jantung berada diatas kepala yang memungkinkan darah mengalir
maksimal ke otak. Itu artinya, otak akan menerima darah yang kaya oksigen yang
dapat memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan
kontinyu dapat memacu kecerdasan otak.
Riset
Prof. Soleh telah mendapat pengakuan dari Harvard University, AS. Bahkan
seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya masuk Agama Islam
setelah diam-diam melakuan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
2.
Memperindah
Postur Tubuh
Gerakan-gerakan
dalam sholat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya adalah untuk
melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan sholat dibanding
gerakan lainnya adalah sholat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk
jari kaki dan tangan.
Sujud
adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban
tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah
kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita.
Payudara tak hanya menjadi indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi
kelenjar air susu didalamnya.
3.
Mempermudah
Proses Persalinan
Masih dalam pose
sujud, manfaat lain dapat dinikmati kaum hawa. Saat pinggang terangkat
melampaui epal dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus
abdominis externuus) berkontraksi tubuh.
Kondisi ini
melatih organ disekitar perut untuk
mengejang lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan dalam proses persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejang yang mencukupi. Bila
otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami
otot tersebut justru lebih elastis.
Kebiasaan sujud
menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mampertahankan organ-organ perut
pada tempatnya kembali (fiksasi).
4.
Memperbaiki
Kesuburan
Setelah sujud
adalah gerakan duduk, dalam sholat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk
iftirsy (tahiyyat awal) dan duduk tawaruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting
adalah turut berkontraksinya otot pada daerah perineum. Bagi wanita, inilah
daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang
persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran dan saluran kemih. Saat duduk
tawaruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus
diletakkan diatas telapak kaki kiri dan tumit kaki harus menekan pangkal paha
kanan. Pada posisi ini, tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah
perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah
perineum.
Pendapat
Ilmuwan Cina Tentang Sholat 5 Waktu
Sholat wajib yang
dilakukan umat muslim 5 kali sehari, menurut ilmuwan China dapat memberikan
manfaat yang sangat besar terhadap kesehatan. Beberapa pendapatnya antara lain
adalah :
1.
Ada energi api yang akan keluar pada
waktu jam 12:00 siang sampai sore, yang dapat mengobati jantung dan ginjal.
2.
Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus
dari panas ke dingin, mereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah
gerakan ashar itu ternyata mampu memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh manusia.
3.
Ada energi air yang keluar pada waktu
jam 6 sore setelah terbenamnya matahari Mereka menyebutnya bahwa sholat maghrib
itu dapat menterapi penyakit ginjal.
4.
Gerakan isya yaitu setelah mega merah
hilang, mereka menyebutnya sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada
energi kayu yang keluar pada jam 11:00 malam, energi tersebut dapat
menghancurkan racun-racun yang ada di dalam tubuh, dan untuk membuang racun yang ada dalam otak.
5.
Kemudian jam 02:00 pagi otak dibersihkan
oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah SWT menyediakan dan mengisinya untuk
sholat tahajud pada waktu sepertiga malam. Ilmuwan di Jerman yang melakukan
penelitian Prof. Dr. Soleh seorang guru besar Universitas Airlangga, telah
membuktikan bahwa tahajud yang teratur dan disiplin akan mencegah penyakit
kangker, stres dan infeksi. Oleh sebab itu jika seseorang yang melakukannya
secara teratur akan memiliki emosi yang positif karena energi udara akan keluar
pada jam 02:00 malam.
BAB
1V
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Sholat hukumnya wajib bagi setiap
umat Islam yang baliq dan berakal, kecuali wanita yang sedang haid dan
menjalani nifas. Ad beberapa gerakan dalam sholat seperti takbiratul ihram,
ruku’, i’tidal, sujud, duduk iftirosy, duduk tawarruk dan salam. Dan
masing-masing gerkan tersebut memiliki posisi yang berbeda dan manfaatnya bagi
tubuh mannusia, bahkan ilmuwan Cina juga ikut berpendapat mengenai sholat 5
waktu.
3.2 Saran
Sebagai umat Islam seharusnya
menyadari akan kewajiban melaksanakan sholat dengan gerakan-gerakan yang benar
agar kita dapat merasakan manfaatnya untuk diri sendiri, dan menjadikan kita
lebih dekat dengan Allah SWT, serta mendapatkan kesehatan sehingga terhindar
dari penyakit.
DAFTAR
PUSTAKA
Darnoko,
P. dkk., 2002. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dan Produk Turunannya, Pusat
Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Fengel,
D., Weneger., 1985. Kayu : Kimia, Ultrastruktur, Reaksi-Reaksi, Edisi Pertama,
Gajah Mada University Perss, Yogyakarta.
Guritno,
P., Ariana, D. P., dan Pratiwi, W., 1997. Disversifikasi Pemanfaatan Tandan Kosong
Sawit untuk Pulp, Kertas dan Briket Arang, Pertemuan Teknik Kelapa
sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
Naibaho,
P. M., 1998. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa
Sawit, Medan.
Shreve,
R. N., 1953. The Chemical Process Industries, Second Edition, Mc Graw-Hill
Book Company Inc, New York.
Smook,
G. A., 1934. Handbook for Pulp and Paper Technologists, Canadian Pulp and
Paper Association, New York.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar